Inisiasi Ap Waya Di Lembah Balim
A. Pengertian Ap Waya Dalam Masyarakat Balim
Istilah Ap Waya dalam bahasa Balim terdiri dari dua kata, yakni Ap dan Waya. Ap berarti laki- laki yang sudah dewasa dan waya merupakan nama salah satu paruh/ moiety di Lembah Balim, dari dua paruh/ moiety yang ada di sana, yakni moiety waya dan moiety wita. Maka secara harafiah Ap Waya dapat diartikan sebagai laki- laki yang dewasa dalam paruh/ moiety waya. Namun dari sisi tujuan Ap Waya sebagai ritual, kata waya dapat diartikan sebagai suatu proses pendewasaan dan pemberian kekuatan kepada laki- laki yang belum dewasa secara adat. Kata Ap atau laki- laki dalam konteks ini lebih dimengerti sebagai mereka (laki- laki) yang belum matang dan dewasa menurut religi adat mereka yang baru mau menjadi dewasa melalui ritual ap waya. Maka dengan mengikuti Ap Waya berarti seorang laki- laki memperoleh kematangan dan kedewasaan, dalam arti bahwa orang (laki- laki yang mengikuti Ap Waya) tersebut dapat dikatakan sebagai orang yang sudah mapan secara mental dan fisik dalam religi kebudayaan Balim
Sebagai suatu ritual, Ap Waya dimengerti sebagai suatu upacara pendewasaan bagi laki- laki yang juga mau menampilkan suatu pengertian tentang bagaimana unsur kelayakan seorang laki- laki untuk terjun ke dalam kemandirian hidup. Maka inisiasi Ap Waya dimengerti sebagai pintu masuk bagi seorang inisian dari dunia kanak- kanak kepada duani orang dewasa.
Oleh karena dengan menginisiasi seorang atau sekelompok anak laki- laki, mereka dipandang pantas dan sudah layak untuk hidup mandiri sehingga kepada mereka dapat diceriterakan segala rahasia adat serta rahasia dari kehidupan. Agar dengan demikian mereka bisa mempunyai pegangan untuk hidup mandiri dengan menghadapi suka duka hidup secara pribadi maupun secara kelompok dalam klen dan masyarakatnya. Pada prinsipnya Ap Waya sebagai suatu upacara dalam rangka mengalihkan hidup seorang anak laki- laki dari kandungannya (dunia anak- anak) atau biasa) ke dunia yang lain (dunia orang dewasa menurut atau wilayah).
B. Pandangan Masyarakat Balim Tentang Ap Waya
Masyarakat Balim percaya bahwa ritual ini merupakan suatu ritual yang diturunkan secara turun-temurun dalam proses perjalanan dan perkembangan hidup orang Balim dengan kebudayaannya sampai sekarang.
C. Fungsi dan Tujuan Ritual Ap Waya
Fungsi dari ritual Ap Waya adalah mendewasakan seorang anak laki- laki secara adat, dengan tujuan agar anak laki- laki tersebut dapat hidup dalam dunia orang yang dewasa secara religius dan sosial dengan melibatkan diri secara penuh dan bertanggung jawab dalam setiap kegiatan hidup dan bisa mandiri.
D. Rangkaian Ritual Ap Waya
1) Waktu Pelaksanaan Ap Waya
Inisiasi Ap Waya biasanya dilaksanakan dalam pesta Wam Ewe Ako (pesta babi) yang mana di dalamnya disediakan waktu khusus bagi pelaksanaan inisiasi Ap Waya. Karena pada pesta Wam Ewe Ako hendak dilaksanakan, beberapa bulan sebelumnya pada masa persiapan, honai adat yang bertugas menyelenggarakan inisiasi Ap Waya secara resmi membuka dengan upacara pembukaan yang disebut “Waya ekabit fialhe” kemudian disusul oleh honai adat yang lain. Beberapa bulan kemudian diadakan inisiasi Ap Waya. Setelah itu diadakan persiapan- persiapan, demi suksesnya pesta tersebut. Dengan demikian waktu pelaksanaan inisiasi Ap Waya bertepatan dengan pesta Wam Ewe Ako.
Pada kesempatan ini juga biasanya diadakan berbagai macam pesta lain, seperti pesta yokal isin (pernikahan) bagi para gadis, pesta pembalasan jasa-jasa atas kematian orang dan lain sebagainya. Oleh karena itu akhir dari upacara besar pesta babi (Wam Ewe Ako) adalah pelaksanaan inisiasi Ap Waya, yang adalah upacara inisiasi untuk anak laki- laki dalam kebudayaan Balim .
2) Persiapan Pelaksanaan Ap Waya
Sebelum melaksanakan inisiasi Ap Waya biasanya didahului dengan persiapan-persiapan sebagai langkah awal dari pelaksanaan ritual tersebut. Lamanya masa persiapan kurang lebih 3-4 bulan atau bahkan 1- 9 bulan. Pada masa persiapan itu segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan inisiasi Ap Waya disiapkan. Pada masa ini yang disiapkan terutama adalah anak- anak laki- laki sebagai para calon inisian Ap Waya. Selain anak-anak laki-laki yang ditentukan dan disiapkan, pada kesempatan ini juga diadakan berbagai persiapan lain berupa sarana dan prasarana yang dapat mendukung kelancaran jalannya inisiasi Ap Waya.
Jadi pada masa persiapan ini diadakan dua macam / bemtuk persiapan, yaitu pertama- pertama persiapan bagi para anak- anak laki- laki sebagai calon inisiasi Ap Waya dan yang kedua persiapan sarana dan prasarana yang dapat mendukung kelancaran jalannya inisiasi Ap Waya nanti pada saat pelaksanaan.
a. Persiapan Sarana dan Prasarana
Persiapan sarana dan prasarana merupakan sesuatu yang tidak kalah pentingnya dalam hampir seluruh ritual yang ada dalam kebudayaan Balim. Inisiasi Ap Waya sebagai salah satu ritual yang sangat penting bagi perjalanan hidup orang Balim khususnya bagi kaum pria Balim membutuhkan suatu persiapan yang mantap dan matang pula demi pelaksanaannya. Berbagai macam hal yang disiapkan itupun dapat dilihat dan dibagi menjadi dua kelompok menurut jenis barang dan kebutuhannya.
Jenis barang dan kebutuhan yang pertama adalah: babi (wam), keladi (hom), sayur-sayuran (hipirika), kayu api (hali), batu (helekit), rumput/alang-alang (ogi/yeleakseb) dan lain sebagainya yang berguna untuk barapen. Semua barang dan kebutuhan ini disiapkan oleh pihak sanak saudara dari para inisian.
Jenis barang-barang dan kebutuhan yang kedua adalah busur (sikhe), anak pnnah (male/tok), noken (su), dan lain sebagainya. Barang- barang ini disiapkan sebagai perlengkapan bagi para calon inisiasi Ap Waya dalam mengikuti ritual penginisiasian.
b. Persiapan Calon Inisiasi Ap Waya
Biasanya sebelum melaksanakan inisiasi Ap Waya, peserta inisiasi Ap Waya (anak laki- laki/pria) disiapkan secara baik dengan berbagai latihan. Melalui persiapan dan latihan itu dapat ditentukan siapa-siapa saja yang layak menjadi peserta untuk mengikuti inisiasi Ap Waya agar mereka dapat diinisiasikan. Penentuan calon inisiasi Ap Waya berdasarkan pada kesiapan dan kecakapan/ kemahiran dari para calon itu sendiri dalam menyiapkan diri dan keseriusannya mengikuti latihan- latihan. Persiapan bagi para calon inisiasi Ap Waya terdapat beberapa tahapan/langkah yang harus dilalui guna menyonsong hari pelaksanaannya. Tahapan atau langkah yang dilakukan itu merupakan suatu proses penyaringan calon inisiasi Ap Waya. Tahapan-tahapan/ langkah-langkah yang biasanya dilalui itu antara lain: penentuan (pendaftaran) bakal calon peserta inisiasi Ap Waya, kemudian dilanjutkan dengan latihan-latiahan persiapan sebagai jalan menuju penentuan para calon sebagai peserta inisiasi Ap Waya yang sah. Masa persiapan ini biasanya berkisar dari 2- 3 bulan dan bahkan sampai 4 bulan.
Penentuan Bakal Calon Inisiasi Ap Waya
Jauh- jauh hari sebelum pelaksanaan ritual Inisiasi Ap Waya, biasanya para orang tua mulai memilih dan menentukan siapa dari anak- anaknya yang layak mengikuti ritual Inisiasi Ap Waya. Dalam memilih dan menentukan siapa yang layak mengikuti ritual inisiasi Ap Waya para orang tua sering memperhatiakn beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh setiap anak bakal calon antara lain umur/usia yang antara 5-15 tahun atau 3-14 tahun, kepribadiannya, kelakuannya, dan relasinya dengan sesama manusia dan alam, apakah ia sakit atau tidak dan lain sebagainya.
Latihan dan Pantangan Sebagai Persiapan Inisiasi Ap Waya
Latihan yang biasa dilakukan itu antara lain larangan-larangan/ pantangn-pantangn untuk makan jenis-jenis makanan tertentu dalam kurun waktu yang ditentukan, latihan membuat kebun dan pagar, latihan berburu dan beberapa latihan lainnya bagi bakal calon inisiasi Ap Waya.
Dalam latihan-latihan persiapan ini seorang anak pria akan dikatakan bisa atau sanggup sebagai calon inisiasi Ap Waya, jika ia berhasil menahan diri dan menjalankan semua larangan-larangan/pantangan-pantangan dan latihan-latihan dengan baik. Dan sebaliknya apabila seorang anak laki- laki calon inisiasi melanggar larangan- larangan atau pantangan- pantangan serta latian dan tidak berhasil dengan baik dalam latihan-latihan bagi persiapan bagi calom peserta inisiasi Ap Waya dan belum mandiri dalam hidup.
3) Peserta dan Pelaksanaan Inisiasi Ap Waya
a. Peserta Inisiasi Ap Waya
Peserta Inisiasi Ap Waya adalah orang- orang yang sudah siap benar- benar secara batin dan jasmani, karena mereka telah berhasil menahan diri dan telah tekun dalam menjalankan pantangan-pantangan atau larangan-larangan serta mengikuti latihan-latihan dengan baik dan sukses. Inisiasi diwajibkan dan diharuskan secara adat bagi setiap anak laki- laki waya. Menurut Karl Heider, peserta inisiasi diwajibkan bagi mereka yang sudah berusia 3 sampai 20 tahun dan pada usia 3- 8 tahun fakultatif.
b. Pelaksanaan Inisiasi Ap Waya
Biasanya Inisiasi Ap Waya dilaksanakan setelah segala persiapan dianggap matang. Pada akhir masa persiapan para calon inisiasi Ap Waya biasanya diantar oleh Ayah atau kakak ke tempat suci (wusama), yakni tempat di mana dukun inisiasi (hathale) berada. Sebagai ungkapan penerimaan para calon inisiasi, seorang dukun meneriakkan kata neak wa sebanyak 3-6 kali. Sebagai lambang bahwa inisiasi Ap Waya akan segera dimulai, maka seorang dukun mengambil gemuk babi (wam amok) dan dicampuri dengan rumput sejenis daun sup (musan) kemudian dioleskan pada seluruh tubuh para calon inisiasi. Selain itu seorang inisian ditiupi nafas oleh seorang dukun sebagai simbol pemberian kekuatan oleh para dukun.
4) Penutupan Inisiasi Ap Waya
Pada akhir masa ini seorang Ap Waya dipulangkan ke rumah sebagai manusia baru, yakni sebagai orang dewasa yang dilengkapi dengan perlengkapan pengetahuan tentang rahasia-rahasia hidup orang dewasa, dan dilengkapi dengan peralatan orang dewasa yang dilambangkan dengan anak panah dan busur (sikhe dan male), sehingga dia sekarang berhak mengambil bagian dalam kegiatan orang dewasa terutama dalam ritus- ritus adat. Pada tahap terakhir dikenal dengan istilah “Ap Waya sode watinakharek” , yaitu suatu ritus pengasapan sebagai simbol bahwa seorang yang sudah diinisiasi pulang, diterima dan diawet dengan pesta penyambutan gembira di rumah.
E. Makna Religius Inisiasi Ap Waya
Setelah menguraikan proses inisiasi Ap Waya seperti yang tersebut di atas, kami menyimpulkan bahwa proses inisiasi ini tidak jauh beda dengan proses inisiasi dalam Gereja Katolik. Dalam inisiasi ini seorang Ap Waya kembali ke dalam masyarakat dan menjadi anggota penuh dalam masyarakat. Sementara itu dalam inisiasi Gereja Katolik seseorang yang telah diinisiasi (dibaptis) akan menjadi anggota penuh dalam persekutuan Gereja Katolik dan sekaligus menjadi manusia yang baru.
Dengan demikian maka antara budaya dan kehidupan keagamaan ada kemiripan dalam maknanya tetapi berbeda dalam bentuk pelaksanaannya. Tujuannya juga sama yaitu orang yang telah diinisiasi itu akan mendapat pengakuan penuh dari masyarakatnya (persekutuan gereja Katolik) dan juga memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai orang yang telah diinisiasi (dibaptis). Orang yang telah diinisiasi itu juga menjadi dewasa dalam kehidupannya sehari-hari (untuk Ap Waya) dan juga dewasa dalam iman ( untuk baptis, krisma). Selain itu juga dalam inisiasi Ap Waya orang mendapat kekuatan dari roh-roh nenek moyang melalui hembusan nafas dari dukun yang memberi inisiasi, sedangkan dalam inisiasi kristen (krisma) orang dikuatkan oleh Roh Kudus lewat minyak krisma yang diurapi oleh Uskup kepadanya.
Pada tahap terakhir atau pada tahap penutupan ini dikenal dengan istilah “Ap Waya sode watinakharek” , yaitu suatu ritus pengasapan sebagai simbol bahwa seorang yang sudah diinisiasi
Menurut Arnol van Genep, ritus selalu berlangsung dalam 3 ( tiga ) fase, yakni:
1. Separation, yaitu tahap di mana seorang individu dipisahkan dari kelompok masyarakat dan membentuk kelompok sendiri;
2. Liminality, yaitu tahap di mana mereka yang telah dipisahkan itu diberikan pendidikan secara khusus dan dibatasi ruang gerak mereka, artinya mereka diasingkan dari masyarakat luas baik dari anak- anak maupun dari orang dewasa.
3. dan Inkorporation.yaitu tahap terakhir dari ritus inisiasi. Pada tahap ini mereka dikembalikan lagi ke dalam komunitas dengan hak dan tanggungjawab yang sama dengan orang dewasa.
Hilarius E. L B. Pekey, Mei 2000. Inisiasi Ap Waya Sebagai Langkah Menuju Kedewasaan Dalam Kebudayaan Balim, suaut refleksi, Skripsi, Abepura: STFT Fajar Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar